PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
- PENGERTIAN DARI PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa pembuatan
keputusan merupakan suatu proses yang meliputi delapan langkah termasuk
identifikasi dan formulasi masalah, memilih salah satu alternatif, dan
mengevaluasi efektivitas keputusan. Jadi, pembuatan keputusan tidak hanya
sekedar memilih diantara alternatif-alternatif, melainkan merupakan suatu
proses yang menyangkut kegiatan tertentu.
Dalam buku “Perilaku dan Manajemen Organisasi Jilid
2”, pengambilan keputusan didefinisikan sebagai proses memilih tindakan
tertentu dalam menghadapi masalah atau menangani kesempatan yang ada.
Menurut George R. Terry, pengambilan keputusan adalah
pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih
alternatif yang ada.
Menurut Sondang P. Siagian, pengambilan keputusan
adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang
dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan
yang paling cepat.
Menurut James A.F. Stoner, keputusan adalah pemilihan
di antara alternatif-alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian,
yaitu:
- Ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan,
- Ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik,
- Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut
2. JENIS - JENIS KEPUTUSAN ORGANISASI.
Para peneliti dalam bidang pengambilan keputusan telah
mengembangkan beberapa klasifikasi tipe keputusan. Kebanyakan klasifikasi
ini serupa satu sama lain, yang berbeda hanya terminologi atau istiah yang
digunakan. Herbert Simon membedakan dua tipe keputusan:
- Keputusan Terprogram
Ketika situasi tertentu sering terjadi, sebuah
prosedur rutin akan dibuat untuk mengatasi situasi tersebut. Sebuah keputusan
disebut keputusan terprogram jika bersifat berulang,rutin, dan memiliki
prosedur penanganan yang baku.
- Keputusan tidak Terprogram
Sebuah keputusan disebut keputusan tidak terprogram
ketika benar-benar baru dan belum terstruktur . tidak ada prosedur yang pasti
dalam menangani masalah tersebut, baik karena belum pernah ditemukan situasi
yang sama sebelumnya, atau karena bersifat sangat kompleks atau sangat penting.
Keputusan seperti ini membutuhkan penanganan khusus.
3. DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan
dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu:
- Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh,Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
- Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan,orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
- Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
- Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
4. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus
diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
- Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
- Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
- Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain.
- Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan.
- Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik.
- Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
- Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik.
- Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul.
- Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Pendapat
lain mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan:
- Posisi/ Kedudukan
Dalam
kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam
hal berikut.
- Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
- Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.
2. Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang menjadi
peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa
yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
Masalah dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:
- Masalah terstruktur (well structured problems), yaitu masalah yang logis, dikenal dan mudah diidentifikasi.
- Masalah tidak terstruktur (ill structured problems), yaitu masalah yang masih baru, tidak biasa, dan informasinya tidak lengkap.
- Dapat pula dibagi sebagai berikut.
- Masalah rutin, yaitu masalah yang sifatnya sudah tetap, selalu dijumpai dalam hidup sehari-hari.
- Masalah insidentil, yaitu masalah yang sifatnya tidak tetap, tidak selalu dijumpai dalam hidup sehari-hari.
3. Situasi
Situasi
adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain,
dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa
yang hendak kita perbuatan.
4. Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang
secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita.
Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.
5. Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan,
tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya
telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan
keputusan merupakan tujuan antara atau objective.
5. IMPLEMENTASI MANAJERIAL
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan
cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber
daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa
pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai
pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para
manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan
efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para
pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi
di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan
manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial
tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup
seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu
berada.
Sumber :
1. http://herisllubers.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html
2. http://computeraddict13.blogspot.co.id/2015/05/pengambilan-keputusan-dalam-organisasi.html
3. Anggadini, Sri Dewi. 2013. Analisis Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer dalam Proses Pengambilan Keputusan. Majalah Ilmiah UNIKOM. Vol.11, No.2.
4. Anonim. 2010. Dasar-Dasar Pengambilan Keputusan [.ppt]. http://www.mdp.ac.id/materi/2012-2013-1/si348/052116/si348-052116-584-1.ppt, diakses tanggal 9 Mei 2015.
5. Anzizhan, Syarafuddin. 2004. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
0 komentar:
Posting Komentar